Tomat Sebagai
Sumber Energi Alternatif Pembangkit Listrik
KATA PENGANTAR
Puji
Syukur kehadirat Ilahi Robbi yang telah memberi Rahmat Hidayahnya kepada
penulis dan selalu terucapkan Allohumma Sholli Alaa Sayyidina Muhammad kepada
Rasulullah Muhammad SAW sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah untuk
tugas akhir Bahasa Indonesia semester genap tahun ajaran 2009/2010 dengan
judul “Tomat Sebagai Sumber Energi Alternatif Pembangkit
Listrik”.
Dalam penyelesaian
karya ilmiah ini, penulis banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan oleh
kurangnya ilmu pengetahuan. Namun, berkat bimbingan dari berbagai pihak, akhirnya karya ilmiah
ini dapat diselesaikan, walaupun masih banyak kekurangannya. Karena itu,
sepantasnya jika penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kepala SMA DU 1 Unggulan BPPT
Jombang, Drs. H. Muhaimin Ms., M. Pd. Atas motivasi serta dukungan yang
diberikan;
2. Eva Eri Dia, S. Pd. Selaku Pembimbing
Utama yang telah meluangkan waktu untuk memberikan kritik dan saran kepada
penulis;
3. LaiLi, S. Pd. Selaku pembimbing kedua yang penuh
kesabaran memberikan pengarahan yang sangat berguna bagi penulis;
4. Dedy Setyawan. Selaku
pembibing ketiga yang telah bersedia membantu dalam proses eksperimen ini yang
sangat penting bagi penulis;
4.
Orang tua tercinta yang selalu memberikan doa restunya;
5.
Teman-teman seperjuangan, khususnya kelas GALAXI.
Penulis
menyadari banyak kekurangan dalam penulisan karya ilmiah ini. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang positif agar karya ilmiah ini
menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan datang.
Harapan
penulis, mudah-mudahan karya ilmiah yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi
penulis dan bagi pihak yang membutuhkan dan memerlukan pada umumnya.
Jombang,
......................2010
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Listrik merupakan sumber energy yang penting
bagi kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sangat bergantung
pada listrik. Pada umumnya listrik yang kita gunakan sehari- hari diperoleh
dari bahan bakar Bioetanol, yang sebenarnya memiliki banyak dampak negative
terhadap kelangsungan hidup manusia.
Belakangan
ini timbul masalah yang sangat krusial yaitu sulit untuk mendapatkan sumber
daya alam yang di butuhkan untuk energy pembangkit listrik yang berupa
BBM,akibatnya BBM terkadang menjadi barang langka,penyebab susahnya mendapatkan
BBM yaitu karena BBM termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui
sehingga bila terus menerus di gunakan maka BBM tersebut akan habis.Selain
itu harga BBM juga cukup mahal untuk masyarakat kalangan bawah yang juga sangat
membutuhkan listrik.
Pemanfaatan buah tomat
sebagai salah satu cara alternative yang berguna sebagai energy pembangkit
listrik.Buah tomat akan menjadi salah satu alternative masa depan karena
tanaman ini mudah di dapat dan mudah di budidayakan serta cepat berkembang
sehingga dapat di produksi oleh masyarakat dengan mudah terutama masyarakat
yang memiliki lahan.Selain itu harga tomat relative murah dan merupakan sumber
energy yang efisien sehingga mudah di jangkau oleh semua kalangan.Bagi pemerintah tanaman
ini dapat di tanam di lahan-lahan kritis,sehingga dapat membantu penghijauan
dab konservatif juga dapat menyerap tenaga kerja.
Cara membangkitkan listrik dengan menggunakan tomat
baik secara alami akan diuraikan dalam bab ini.Cara-cara yang disajikan dapat
digunakan di desa maupun di kota karena alatnya mudah didapat.Alasan mengapa
membuat cara alternative seperti ini agar masyarakat bisa menjadikan tomat
sebagai bahan alternative pembangkit listrik ketika ketersediaan bahan
pembangkit listrik semakin menipis.Listrik adalah kebutuhan manusia yang paling
utama.Oleh sebab itu,di buatlah teknologi sederhana.
1.2
Batasan
Masalah
Agar pembahasan yang berjudul Tomat Sebagai Sumber Energi Alternatif Pembangkit
Listrik ini tidak semakin meluas,penulis perlu
membatasi pemasalahan sebagai berikut:
1. Senyawa yang terkandung dalam tomat yang berguna untuk
energy pembangkit listrik.
2. Sumber energy alternative listrik
3. Tegangan yang di hasilkan tomat
1.3
Rumusan
Masalah
1. Senyawa apa yang terkandung pada tomat yang bisa menghasilkan energy listrik?
2. Macam-macam sumber energy alternative listrik?
3. Berapa tegangan yang di hasilkan oleh tomat?
1.4
Tujuan
1. Untuk
mengetahui senyawa yang terdapat dalam
tanaman tomat yang dapat menghasilkan energy listrik
2. Untuk
mengetahui macam-macam sumber energy
listrik alternatif
3. Untuk mengetahui berapa tegangan yang di hasilkan
tomat
1.5
Manfaat
1. Agar
masyarakat mengetahui pemanfaatan
tomat sebagai sumber energi listrik alternatif
2. Agar
masyarakat mengetahui macam-macam
sumber energy listrik alternatif
3. Agar masyarakat mengetahui berapa tegangan yang di
hasilkan tomat
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Pengertian Tanaman tomat
Tomat (Solanum
Lycopersicum) merupakan komoditas sayuran yang sangat
merakyat, semua orang memerlukannya, tidak heran bila permintaan tomat di
pasaran sangat banyak jumlahnya, mulai dari pasar rakyat, pasar swalayan,
warung pinggir jalan, restoran, usaha catering, hotel, pabrik saus, hingga
pedagang asongan yang sehari-harinya membutuhkan tomat dalam jumlah yang tidak
sedikit. Sebagai akibatnya, daerah-daerah yang merupakan sentra penanaman tomat
local tidak mampu lagi memenuhi permintaan untuk skala nasional yang bertambah
dari tahun ke tahun.
Tomat
merupakan tanaman dikotil , dan
tumbuh sebagai rangkaian percabangan batang, dengan kuncup terminal pada ujung
yang tidak tumbuh sebenarnya. Ketika ujung yang akhirnya berhenti tumbuh, entah
karena pemangkasan atau berbunga, kuncup lateral mengambil alih dan tumbuh
menjadi lain.Tomat biasanya dibawah umur, berarti tertutup rambut pendek halus.
Ini rambut memfasilitasi proses vining, berubah menjadi akar tanaman dimanapun
berada dalam kontak dengan tanah dan air. Kebanyakan tanaman tomat daun majemuk , dan disebut daun reguler. Tetapi beberapa
kultivar memiliki daun sederhana dikenal sebagai daun kentang karena
kemiripan mereka dengan sepupu dekat. Daun biasa, ada variasi, seperti berkerut daun,
yang sangat beralur, beraneka ragam , angora daun,
yang memiliki warna tambahan di mana mutasi genetik menyebabkan klorofil untuk dikecualikan dari beberapa bagian daun.
Buah dari varietas yang paling matang menjadi warna merah khas. tanaman Tomat biasanya mencapai 1-3 meter (30-10
kaki) tingginya dan memiliki batang.
Tomat
adalah tanaman anggur, awalnya yg berbaring , meskipun mereka dapat hidup sampai tiga
tahun di sebuah rumah kaca di beberapa kasus, tentu jenis yang tahunan di semua
iklim. Hampir semua orang mengenal
tomat yang tanpa kenal musim ini ternyata mengandung beragam nutrisi yang
bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Beragam penelitian menunjukan, tomat
bermanfaat untuk kesehatan jantung serta penangkal radikal bebas.
Pada
1753, Linnaeus tomat ditempatkan dalam genus Solanum (samping kentang )
sebagai Solanum Lycopersicum . Namun,
pada 1768 Philip Miller memindahkannya ke genus sendiri, penamaan itu Lycopersicon
esculentum . Nama ini mulai digunakan
secara luas tetapi melanggar dari aturan penamaan tanaman.Secara teknis, Lycopersicon
Lycopersicum kombinasi (L.) Karst H.. akan lebih benar, tapi ini nama (diterbitkan
pada 1881) telah hampir tidak pernah digunakan (kecuali dalam katalog benih,
yang sering digunakan dan masih melakukannya).
Namun, genetik bukti
kini telah menunjukkan bahwa Linnaeus benar untuk menaruh tomat dalam genus Solanum,
Solanum Lycopersicum membuat nama yang benar. Kedua nama, bagaimanapun, mungkin
akan ditemukan dalam literatur untuk beberapa waktu.. Dua alasan utama yang beberapa masih menganggap
genera terpisah struktur daun (daun tomat yang sangat berbeda dari Solanum
lain), dan biokimia (banyak alkaloid umum untuk spesies Solanum lainnya
jelas tidak ada dalam tomat). tomat dapat dengan susah payah diseberangi dengan
beberapa spesies diploid Kentang dengan
keturunan layak yang mampu mereproduksi memberikan bukti hubungan erat antara
spesies tersebut.
Banyak varietas
buah tomat, seperti tomat buah yang berukuran besar, tomat sayur dengan ukuran
lebih kecil dan tomat ceri yang hanya sebesar kelereng. Apapun jenisnya, tomat
mengandung unsur gizi yang hamper sama, yakni kaya akan vitamin A, vitamin C,
mineral, serat dan zat fitonutrien.
Keisitimewaan
lain buah tomat adalah tinginya kandungan likopen. Selain memberikan warna
merah pada buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai zat antioksidan.
Likopen juga dapat menurunkan risiko terkena kanker, terutama kanker prostat,
lambung, tenggorokan dan usus besar. Kandungan asam klorogenat dan asam
p-kumarat di dalam tomat mampu melemahkan zat nitrosamin penyebab kanker.
Vitamin A yang terkandung di dalam tomat sangat baik untuk kesehatan
mata.
Tomat juga
banyak dimanfaatkan di dalam industri kecantikan, banyak masker dan pil anti
penuaan yang berbahan dasar tomat. Bukan tanpa alasan, pigmen likopen memang
terbukti efektif sebagai antioksidan. Zat lain seperti tomatin di dalam
tomat bersifat sebagai antiinflamasi, yaitu dapat menyembuhkan luka dan
jerawat. Jika Anda demam, tomat juga mempunyai sifat antipiretik alias penurun
demam. Sementara serat yang tinggi di dalam tomat mampu mengatasi ganguan
pencernaan seperti sembelit dan wasir.
Manfaat tomat
sebenarnya sudah di teliti sejak lama, seperti penelitian DR. John Cook Bennet
dari Wiloughby University, Ohio, yang dilakukan pada November 1834. Hasil
penelitiannya menunjukkan tomat dapat mengobati ganguan pencernaan, diare,
memulihkan fungsi lever dan serangan empedu. Peneliti lain dari Rowett Research
Institute di Aberdeen, Skotlandia, menemukan gel berwarna kuning yang
menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah
penyebab stroke dan penyakit jantung. Tomat juga mampu memulihkan lemah syahwat
dan meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan gerakannya.
Mengkonsumsi
buah tomat sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Seperti yang terungkap dari
penelitian badan pangan dunia FAO-WHO. Hasil penelitian lembaga ini menunjukan
jika kandungan likopen tidak rusak dan jumlahnya tidak jauh berubah selama
pemanasan. Bahkan kandungan likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat
diolah menjadi saus atau pasta tomat.
Likopen merupakan bagian dari karotenoid yang
larut dalam lemak, namun likopen yang lalrut di dalam lemak justru sulit di
serap oleh tubuh. Karenanya, disarankan mengolah tomat dengan cara di rebus
atau dikukus. Mengkonsumsi sebaiknya pilih yang tomat organik. Tomat
organik lebih sehat karena bebas dari residu kimia, baik dari pupuk dan
pestisida. Tomat dari hasil organik juga lebih tinggi kandungan kalsiumnya,
sekitar 23 mg dibandingkan tomat unorganik yang hanya mengandung 5 mg kalsium.
2.1.1
Morfologi Dan Anatomi Tomat
Tomat termasuk
tanaman semusim (annual) dengan type meninggi (indeterminate), tergolong
dalam tumbuhan yang menghasilkan biji (Spermatophyta), berdaun lembaga
dua (Dycotyledoneae), hiasan bunganya termasuk lengkap terdiri atas
kelopak dan mahkota dengan daun-daun mahkota yang berlekatan menjadi satu (sympetalae),
termasuk dalam keluarga terung-terungan (Solanaceae).
Perakaran tomat
merupakan akar tunggang yang terdiri atas akar utama dan akar-akar lateral yang
mengeluarkan serabut-serabut akar. Panjang akar utama berkisar 35 – 50 cm dan
akar-akar lateral menyebar sekitar 35 – 45 cm.
Batang utama
tomat hibrida Idola tegak lurus dan kokoh, pada setiap ketiak daun akan tumbuh
tunas baru, namun tunas-tunas ini harus dibuang sampai batang utama
menghasilkan cabang primer yang membentuk dua batang yang sama besarnya
berbentuk huruf “Y”, dan tunas-tunas lateral yang tumbuh pada kedua batang di
atas cabang primer juga harus dibuang, sehingga batang yang dipelihara adalah
dua batang utama yang tumbuh dari cabang primer.
Daun berwarna
hijau muda yang ditopang oleh tangkai daun, tulang daun menyirip. Bunga
berbentuk seperti terompet (hypocrateriformis), termasuk bunga lengkap (completes)
yang terdiri dari kelopak bunga (calyx), mahkota bunga (corrrola),
benang sari (stamen), dan putik (pistillum). Benang sari dan
putik terletak dalam satu bunga sehingga disebut berkelamin dua (hermaphroditus).
2.1.2
Senyawa kimia yang teerkandung pada tomat
Senyawa kimia
|
Besar kalori
|
Kalsium
|
7 mg
|
Fosfor
|
15 mg
|
Zat besi
|
0,9 mg
|
Natrium
|
230 mg
|
Kalium
|
230 mg
|
Vitamin A
|
(1.050 IU)
|
Vitamin B1
|
(0,05 mg)
|
Vitamin B2
|
(0,03 mg)
|
Vitamin C
|
(16 mg)
|
Selain itu, larutan dalam tomat bersifat elektrolit, sehingga menyebabkan penukaran elektron dari tembaga ke seng yang menyebabkan terjadi aliran listrik yang searah,
jadi menyebabkan elektron harus melalui kabel penghubungnya. Dan pada akhirnya dapat menghasilkan listrik.
2.2 Sumber energy alternative listrik.
Energi alternatif merupakan sumber energi yang
dihasilkan dari bahan-bahan yang belum pernah dimanfaatkan secara luas Untuk
mengatasi masalah pasokan listrik, ada beberapa alternatif yang dapat
dilakukan, yaitu :
Saat ini,
banyak calon investor berlomba-lomba untuk mendapatkan projek PLTSa karena
sampah yang telah mengalami pengolahan menjadi bahan baku dapat dijadikan
sumber energi bagi sebuah pembangkit listrik. Sebagai bahan baku sebuah sumber
energi alternatif maka sampah dianggap memiliki nilai jual yang tinggi dan bisa
mendatangkan keuntungan yang besar.
Pengolahan
sampah ini memiliki dampak positif terhadap lingkungan dimana dapat mengurangi
jumlah sampah terutama di kota-kota besar. Sampah plastik yang dianggap dapat
merusak tanah kini dapat dikurangi jika diolah dengan baik dan sampah-sampah
yang biasa menumpuk disungai-sungai juga dapat dihindari, pada akhirnya akan
mengurangi resiko banjir akibat terhambatnya aliran air hujan yang mengalir di
sungai.
Pengolahan
sampah ini juga bisa dijadikan sebagai mata pencaharian bagi para pemulung
dimana ada “jaminan” untuk sampah-sampah yang telah dikumpulkannya itu ada yang
menampung dan membayarnya sehingga bisa meningkatkan pendapatannya.
Kesulitan yang
mungkin timbul adalah apabila pembangkit listrik tersebut dibangun di daerah
yang jumlah penduduknya tidak sepadat dan sebanyak seperti di Jakarta atau kota
besar lainnya sehingga kemungkinan untuk mendapatkan sampah dalam jumlah yang
besar akan sangat sulit. Sampah akan menjadi ekonomis saat diterapkan di
perkotaan dengan produksi sampah yang berlimpah.
Selain iu, , Ada
berbagai buah-buahan yang dapat menghasilkan listrik terutama buah-buahan yang
rasanya asam misalnya apel, jeruk lemon dan lain-lain. Kita akan melakukan
percobaan untuk membuktikan kemampuan buah-buahan menghasilkan listrik. Penelitian mengenai energi alternatif lebih
dititik beratkan kepada energi alternatif yang menggunakan bahan-bahan alami
dan bersumber dari alam. elektrolit dalam batu baterai bersifat asam, sehingga
buah yang bersifat asam dapat menjadi elektrolit. Selain jeruk, kentang, pisang dan apel, buah
lain dapat juga menghasilkan listrik. membuktikan bahwa tomat juga dapat digunakan sebagai sumber arus listrik
searah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tegangan yang dihasilkan
oleh Buah tomat adalah 1,24 volt. Dan ketahanan dalam jam
dinding rata-rata selama 5 hari 6 jam (135 jam). Kontruksi buah tomat sama dengan
baterai biasa. Perbedaannya adalah pada elektrolitnya. Tomat mengandung
beberapa mineral yang dapat berfungsi sebagai elektrolit. Mineral dalam jumlah
terbanyak adalah potassium atau kalium (K+). Kulit pisang juga mengandung garam
sodium yang mengandung klorida (Cl-) dalam jumlah sedikit. Reaksi antara
potassium atau kalium dan garam sodium dapat membentuk kalium klorida atau KCl.
KCl merupakan elektrolit kuat yang mampu terionisasi dan menghantarkan arus
listrik. Tomat juga mengandung Magnesium dan Seng. Magnesium
(Mg) dapat bereaks dengan diklorida dan menjadi elektrolit kuat. Jumlah
Magnesium hanyalah 15 % dari jumlah tomat keseluruhan. Tomat juga mengandung Seng (Zn) yang merupakan
elektroda positif. jumlah kandungan Seng dalam tomat hanya mencapai 2 %. Sehingga mineral yang
paling berperan dalam menghantarkan listrik adalah potassium atau kalium, yang
bereaksi dengan garam sodium. Dimungkinkan garam magnesium dan seng juga turut
berperan dalam menghantarkan dan menyimpan arus listrik searah.
2.3 Besar tegangan yang dihasilkan oleh buah
tomat.
Warna tomat
|
Tegangan yag di hasilkan
|
1 tomat merah besar
|
0,37 volt
|
1 tomat muda besar
|
0,55 volt
|
1 tomat muda kecil
|
0,5 volt
|
4 tomat merah besar
|
1.50 volt
|
4 tomat muda kecil
|
2 volt
|
BAB III
ME TODE PENELITIAN
3.1 Metode
penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga macam metode,yaitu
studi lapangan,studi eksperimen (percobaan di laboratorium) dan studi internet.
Penelitian dilakukan tanggal
6 Mei 2010 sampai dengan 22 Mei 2010.Adapun untuk percobaan tomat dilakukan di
Laboratorium IPA SMA Darul Ulum 1 Unggulan BPP-T Peterongan.
Peralatan dan bahan yang di
gunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Tomat
2. Potongan tembaga dan seng
3. Multimeter
4. Volt meter
5. Lempeng positif (merah)
pada tembaga
6. Lempeng negative (hitam)
pada seng
3.1.1 Studi Lapangan
Untuk
memperoleh data-data di lapangan penelitian,teknik-teknik pengambilan data yang
digunakan adalah teknik wawancara.Adapun teknik wawancara dilakukan dengan cara
mewawancarai Pak Dedy Setiawan yang telah mencoba menggunakan tomat untuk
menghidupkan sebuah lampu yang bertegangan 1,5 Volt,serta mewawancarai Pak
Ismail Harianto selaku guru fisika yang lebih mengetahui tentang kuat arus
listrik serta tegangan yang di hasilkan oleh tomat.
3.1.2 Studi eksperimen
Adapun
jenis eksperimen yang dilakukan dalam penelitian ini adalah eksperimen di
laboratorium,percobaan yang dilakukan di laboratorium IPA yaitu untuk
mengetahui berapa kuat arus listrik yang terkandung dalam tomat dan percobaan
menghidupkan lampu kecil menggunakan tomat.
Cara kerja:
Siapkan
tomat setengah matang sebanyak 4 buah,lalu tancapkan seng dan tembaga pada
tomat,kemudian lihat pada multimeter berapa kuat arus listrik yang di hasilkan
tomat tersebut.
3.1.3 Studi internet
Untuk
memperoleh data-data lebih lengkap tentang sejarah tomat serta senyawa apa saja
yang terkandung di dalam tomat.


